MEDIAKOLAKA.COM | KOLAKA — Berawal dari proses lelang Blok Lapapao pada 2011, PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) terus mengembangkan kiprahnya di sektor pertambangan dan hilirisasi nikel di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel dengan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Kehadiran smelter ini menjadi bagian penting dari perjalanan hilirisasi nikel di Bumi Wolo.
Setelah melewati perjalanan panjang selama sekitar 15 tahun, keberadaan PT CNI turut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Perusahaan juga menyerap tenaga kerja dari berbagai latar belakang, termasuk putra-putri daerah yang terlibat dalam aktivitas pertambangan maupun pengembangan industri pengolahan nikel.
Kehadiran industri hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi. Pergerakan ekonomi juga dirasakan melalui sektor pendukung seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, jasa, transportasi, hingga berbagai kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan aktivitas industri.

Efek berganda (multiplier effect) tersebut menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam perkembangan industri nikel di Kabupaten Kolaka.
Pemerhati industri pertambangan, Syahrul Beddu, menilai keberadaan PT CNI dapat menjadi salah satu representasi industri nasional yang tumbuh melalui sumber daya dan tenaga kerja di daerah.
Menurutnya, keberlanjutan industri lokal membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah hingga para pekerja yang berada di dalamnya.
“Peluk erat rakyat menjaga industri lokal agar tetap bernyawa adalah kunci utama demi mencapai daulat industri yang seutuhnya,” tulis Syahrul Beddu Singkery dalam catatannya.
Ia menilai keberadaan industri pengolahan nikel di Wolo tidak semata-mata harus dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat dan pembangunan daerah.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah serta komitmen para pekerja, keberadaan Smelter RKEF PT CNI diharapkan dapat terus memberikan manfaat ekonomi dan mendorong pengembangan industri hilirisasi nikel secara berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Perjalanan panjang PT CNI di Bumi Wolo pada akhirnya menjadi bagian dari dinamika hilirisasi nikel di Sultra. Keberlanjutan investasi dan aktivitas industri ke depan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi bagi daerah.
Editor: Redaksi