MEDIAKOLAKA.COM, KOLAKA | Forum Pemuda Kecamatan Wolo menegaskan sikapnya terhadap persoalan komunikasi perusahaan, transparansi informasi rekrutmen tenaga kerja, dan pemberdayaan masyarakat lokal di wilayah Blok Lapao Pao.
Setelah berulang kali berupaya membangun komunikasi secara baik dan persuasif dengan pihak PT Ceria Metalindo Prima (PT CMP), Forum Pemuda Kecamatan Wolo menyatakan bahwa ruang komunikasi persuasif tersebut kini telah sampai pada titik akhir.
Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo, Syamsuriadi, mengatakan pihaknya sejak awal memilih pendekatan dialog dan komunikasi untuk menyampaikan keresahan masyarakat.
Namun, menurutnya, persoalan yang sama terus muncul dan dikeluhkan masyarakat secara berulang, khususnya terkait transparansi informasi dan mekanisme rekrutmen tenaga kerja.
“Kami sudah mencoba berkomunikasi dengan baik dan persuasif. Kami sudah memberikan ruang untuk menjelaskan. Tetapi persoalan yang sama terus berulang. Karena itu, hari ini kami pertegas sikap kami,” tegas Syamsuriadi.
HC SUPERINTENDENT PT CMP MENJADI TUNTUTAN PERTAMA
Forum Pemuda Kecamatan Wolo menempatkan tuntutan terhadap Human Capital Superintendent PT CMP sebagai tuntutan utama.
Forum meminta agar posisi dan keberadaan HC Superintendent tersebut di Blok Lapao Pao dievaluasi secara serius dan yang bersangkutan meninggalkan Blok Lapao Pao.
“Kami pertegas, HC Superintendent PT CMP harus keluar dari Blok Lapao Pao. Ini tuntutan kami dan tidak ada toleransi terhadap tuntutan tersebut,” ujar Syamsuriadi.
REKRUTMEN PT CMP DINILAI PERLU DIEVALUASI MENYELURUH
Selain persoalan HC Superintendent, Forum Pemuda Kecamatan Wolo juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme rekrutmen tenaga kerja lokal di PT CMP.
Syamsuriadi menilai persoalan transparansi informasi rekrutmen bukan pertama kali menjadi keluhan masyarakat.
“Ini bukan satu atau dua kali masyarakat mengeluhkan persoalan rekrutmen. Keluhan mengenai informasi, kejelasan proses, dan komunikasi dengan para pencari kerja sudah berkali-kali muncul dan terus berulang sampai hari ini,” katanya.
Menurutnya, perusahaan perlu memastikan seluruh tahapan rekrutmen dapat dipahami masyarakat, mulai dari informasi lowongan, proses pendaftaran, verifikasi berkas, tahapan seleksi hingga kejelasan status pelamar.
“Kami meminta transparansi. Masyarakat harus tahu bagaimana mekanismenya, ke mana harus mendaftar, bagaimana proses seleksinya, dan bagaimana mereka memperoleh informasi mengenai status lamaran mereka,” tegasnya.
BERDAYAKAN MASYARAKAT LOKAL
Forum Pemuda Kecamatan Wolo juga menuntut agar masyarakat lokal mendapatkan ruang yang lebih nyata dalam keberadaan industri di wilayah Wolo.
Menurut Forum Pemuda Kecamatan wolo keberadaan aktivitas industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat melalui kesempatan kerja, pengembangan kompetensi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Masyarakat lokal jangan hanya menjadi penonton dari aktivitas industri yang berlangsung di wilayahnya sendiri. Harus ada keberpihakan yang nyata dalam bentuk pemberdayaan dan kesempatan yang transparan,” kata Syamsuriadi.
Syamsuriadi menegaskan pihaknya akan menggunakan ruang-ruang demokrasi yang dijamin oleh hukum, termasuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami tidak akan berhenti. Kami akan terus mengawal tuntutan ini melalui jalur konstitusional sampai ada kejelasan dan penyelesaian terhadap persoalan yang kami perjuangkan,” ujarnya.
Forum Pemuda Kecamatan Wolo kembali menegaskan tiga tuntutan utama:
Pertama, HC Superintendent PT CMP dievaluasi dan meninggalkan Blok Lapao Pao.
Kedua, evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme dan transparansi rekrutmen tenaga kerja lokal PT CMP.
Ketiga, memperkuat pemberdayaan dan kesempatan bagi masyarakat lokal.
editor : Redaksi