Media Kolaka

Pariwisata

Teknisi AC Tewas Tersengat Listrik Saat Bekerja di Desa Oko-Oko Kolaka

Ilustrasi lokasi workshop di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, tempat teknisi AC meninggal dunia akibat dugaan tersengat listrik saat bekerja. (ilustrasi Gemini Generated Image)

MEDIAKOLAKA.COM- Sebuah insiden kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang teknisi muda di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Korban berinisial RD (23) meninggal dunia saat sedang menjalankan tugas memperbaiki instalasi pendingin ruangan (AC), Selasa (10/2/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. RD yang diketahui merupakan warga Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, naik ke area plafon sebuah workshop untuk mengecek gangguan aliran listrik pada sistem AC.

Namun nahas, upaya korban menyelesaikan pekerjaan justru berujung petaka. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga menyentuh kabel bertegangan tinggi saat berada di ruang sempit di atas plafon.

Kecurigaan muncul ketika korban tidak kunjung turun setelah sekitar 30 menit berada di atas. Rekan kerja korban kemudian melakukan pengecekan dan mendapati RD sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, diduga akibat tersengat arus listrik saat melakukan pekerjaan perbaikan tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Kolaka, AKP Dwi Arif Setiawan, dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).

Forum Pemuda Wolo Naikkan Tensi, Desak HC Superintendent PT CMP Angkat Kaki dari Blok Lapao Pao

Usai ditemukan, rekan-rekan korban segera mengevakuasi RD dan membawanya ke Rumah Sakit Pomalaa untuk mendapatkan penanganan medis. Namun meski telah dilakukan upaya maksimal oleh tim medis, nyawa teknisi berusia 23 tahun tersebut tidak dapat diselamatkan.

Pihak kepolisian menyatakan peristiwa ini masih dalam penanganan lebih lanjut dan mengimbau agar setiap aktivitas pekerjaan teknis, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik, selalu mengutamakan standar keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

editor: redaksi

× Advertisement
× Advertisement