Media Kolaka

Berita Sultra

Pilrek USN Kolaka: Ramadhan Tosepu Bawa Semangat Asta Cita untuk Kemajuan Kampus

Calon Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026–2030, Ramadhan Tosepu, SKM., M.Kes., Ph.D., memaparkan visi, misi, dan program kerja di hadapan Senat Universitas dalam rangkaian Pemilihan Rektor (Pilrek) USN Kolaka di Auditorium USN Kolaka, Selasa (2/6/2026). Foto: Ist

MEDIAKOLAKA.COM – Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026–2030 tak hanya menghadirkan persaingan figur, tetapi juga pertarungan gagasan tentang arah masa depan kampus. Di antara kandidat yang maju, Ramadhan Tosepu, SKM., M.Kes., Ph.D., menawarkan konsep pengembangan universitas yang berpijak pada semangat Asta Cita sebagai fondasi transformasi perguruan tinggi.

Akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) itu mengusung visi menjadikan USN Kolaka sebagai perguruan tinggi unggul berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan nilai-nilai Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Bagi Ramadhan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibanding sekadar mencetak lulusan. Kampus harus mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, visi yang dibawanya tidak hanya menekankan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat kontribusi USN Kolaka terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Salah satu gagasan yang menjadi perhatian dalam pemaparannya adalah rencana pembentukan Pusat Studi Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut diposisikan sebagai bentuk implementasi nyata semangat Asta Cita di lingkungan kampus.

Gandeng Universitas Pakuan Bogor, UNSULTRA Teken MoU Strategis Demi Kejar Akreditasi Unggul

Menurut Ramadhan, program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah memiliki dimensi yang luas dan membutuhkan dukungan riset yang kuat. Perguruan tinggi dinilai dapat mengambil peran melalui penelitian, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga pendampingan implementasi program di daerah.

Melalui Pusat Studi MBG, USN Kolaka diharapkan mampu menjadi pusat kajian yang menghasilkan data dan solusi berbasis ilmiah terkait isu gizi, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, pemberdayaan petani lokal, serta dampak sosial ekonomi program tersebut.

Gagasan itu sekaligus menunjukkan upaya menghubungkan aktivitas akademik kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dalam pandangan Ramadhan, hasil penelitian perguruan tinggi harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan maupun program yang memberikan manfaat langsung bagi publik.

Selain pembentukan pusat studi, Ramadhan juga menyiapkan agenda transformasi tata kelola kampus melalui program Smart and Integrity Governance. Program ini berfokus pada penguatan transparansi, akuntabilitas, serta digitalisasi layanan akademik dan administrasi universitas.

Ia meyakini tata kelola yang modern dan berbasis teknologi menjadi salah satu syarat penting bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Nekat Buka Tambang Pasir Tanpa IUP di Unaaha, Pemilik Lahan Berinisial D Berurusan dengan Polisi

Di bidang akademik, Ramadhan mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global melalui inovasi pembelajaran, peningkatan kapasitas dosen, serta perluasan kemitraan dengan berbagai institusi nasional maupun internasional.

Sementara itu, penguatan riset berbasis kearifan lokal menjadi salah satu fokus yang dianggap penting untuk memperkuat identitas USN Kolaka sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Di tengah proses Pilrek yang memasuki tahapan akhir, gagasan yang dibawa Ramadhan Tosepu memperlihatkan upaya menempatkan USN Kolaka sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.

Melalui semangat Asta Cita, ia menawarkan arah baru bagi kampus dengan menempatkan pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat sebagai instrumen utama untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045.

Redaksi

× Advertisement
× Advertisement